Sabtu, 09 September 2017

Belajar dari pengalaman?

"Every experience is an opportunity to learn and grow" (anonim)
Setiap pengalaman adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang.  Saya tidak tahu siapa yang pertama kali mengeluarkan pernyataan ini.  Tapi, kata-kata ini kembali terngiang sembari saya menemani Ahnaf beraktivitas hari ini.


Pengalaman? Ya. Bagi anak, hampir setiap pengalamannya adalah sesuatu yang sangat berharga.  Bahkan meskipun bagi kita orang dewasa hal tersebut adalah sesuatu yang remeh temeh.  

Ahnaf misalnya, selalu menjadikan pengalaman yang pernah dilakukannya sebagai basis sandiwara atau imajinasi-imajinasinya dalam bermain.  :)  Pengalamannya naik lift, pintu lift yang macet, eskalator, naik pesawat, mobil yang melewati tanggul, melewati palang pintu parkir otomatis yang naik turun, dan hal-hal ajaib lainnya hampir selalu menjadi basis permainan Ahnaf yang kemudian dikembangkannya sendiri menurut imajinasinya. 

Seperti hari ini, bunda dibuat tercengang ketika tiba-tiba ahnaf meletakkan pipa panjang di tanah tempat ia sedang bermain mobi-mobilan dari kaleng sambil berkata, "mobilnya naik tanggul, bun.."=D.  Atau ketika tempo hari ahnaf mengaitkan ujung tongkat besi di sela jemuran membentuk garis horizontal setinggi lebih kurang setengah meter sehingga saya tidak bisa lewat, dan terjadi percakapan
A: "Bun, ambil karcisnya dulu"
B : "Di mana ambil karcisnya, naf?"
A: "Di sana, bun" 
B:"Oke ini karcisnya, Pak", sambil pura-pura memberikan sesuatu
A: "Silahkan lewat, bun.." Sambil menaikkan tongkat besinya sehingga saya bisa lewat... haha.. :))

Begitulah anak-anak dengan pengalaman yang selalu dianggapnya sesuatu yang luar biasa.  Saya rasa tugas berat orang tua lah untuk senantiasa menjaga dan mengarahkan agar setiap pengalaman anak adalah hal yang semakin mendekatkannya pada Rabb nya.  Melihat kuatnya memori anak terhadap pengalaman sekecil apa pun, saya tidak dapat membayangkan jika dalam dalam petualangannya sehari-sehari bersinggungan dengan hal-hal yang berbau maksiat.. Na'udzubillahi mindzalik...






Jumat, 08 September 2017

Gaya Belajar Ahnaf Seperti Apa?


Bismillah.. Baiklah.. Kali ini saya bertekad menyelesaikan tantangan Game level 4 setelah di tiga tantangan sebelumnya tidak selesai karena berbagai alasan yang harusnya bisa disiasati..:'(

Tantangan kali ini adalah tentang memahami gaya belajar anak. Ya, setiap anak , bahkan orang dewasa pun, memiliki gaya belajar yang berbeda-beda.  Potensi anak akan semakin tergali jika kita mampu menstimulus sesuai gaya belajarnya.

Kenapa bunda harus memahami gaya belajar Ahnaf?
Apa yang diharapkan? Dari materi IIP kelas bunsay, tujuannya adalah untuk:
1.Meningkatkakn rasa ingin tahu anak
2.Meningkatkan daya kreasi dan imajinasinya
3.Mengasah anak agar selalu bergairah untuk menemukan sesuatu
4.Meniingkatkan akhlak mulianya

Jadi, dalam menstimulus anak dalam belajar anak juga perlu diamati apakah 4 hal diatas juga tercapai.


 Ini hasil pengamatan saya terhadap Ahnaf di hari pertama. Kalau di list sebenarnya banyak sekali aktivitas yan dilakukannya dalam 1 hari..:D  Setiap diberikan suatu permainan pasti akan dikembangkannya menjadi permainan lain sesuai imajinasi Ahnaf si anak sholeh.

Sesuai dengan pengamatan saya sebelumnya, dalam kegiatan hari ini Ahnaf memiliki karakteristik auditori.  Ia selalu berbicara ketika bermain, mengucapkan apa yang dilakukannya, ide-idenya, serta rencana yang akan dilakukannya.  Namun Ahnaf juga menunjukkan karakter visual ketika ia sangat detail, rapi dan perfeksionis. Haha.. Misalnya, ia akan protes ketika gambar yang digunakan sebagai pintu lift saya letakkan terbalik, atau ketika menyusun lego harus simetris dan rapi.  


Tanggal
Aktivitas
Visual
Auditori
Kinestetik
7 / 9/2017
-Bermain parkiran mobil, terowongan, lego, lift
- Menyukai hal-hal yang bersifat detai & rapi
- Mengemukakan ide dengan ekspresi kata-kata

 

Selasa, 18 Agustus 2015

Ujian dan Kejujuran

Sudah lama sekali saya tidak menulis di blog ini.  Barusan bongkar-bongkar file lama, dan ketemu tulisan yang saya buat saat masih di pre klinik, tahun 1 kuliah. Semoga dengan di post di sini bisa menjaga idealisme penulis.. :D

Ujian bukanlah kata yang asing, apalagi bagi mahasisawa  kedokteran.  Ujian blok bagi mahasiswa pendidikan dokter dan pendidikan dokter gigi baru saja berakhir dan telah disambut pula dengan blok baru.  Bagi mahasiswa progam studi ilmu  keperawatan, kesehatan masyarakat dan psikologi, ujian akhir semester pun telah menanti.
Setiap orang pasti berusaha keras, belajar giat untuk lulus dan mendapatkan hasil yang maksimal dalam ujian.  Namun, ketika hasil ujian keluar dan kelulusan telah diumumkan, benarkah semua yang lulus telah lulus pula dalam ujian lain yang lebih penting, yaitu ujian ‘kejujuran’?  Benarkah esensi-esensi ujian dan kejujuran telah terpatri pada setiap mahasiswa FK unand?  Sebenarnya, apakah makna ujian, apa tujuannya, apakah hanya sekedar untuk mencari nilai? 

Rabu, 09 Februari 2011

Remembering Death...

Just remembering it..
Death.. every creature sure will experience it.
Do you believe about it..? I believe you do.. Especially if you're a muslim.
It is a must to believe coz it's written  clrearly in Al Qur'an..

Rabu, 08 Desember 2010

Why Do Muslim Women Wear Veil...?

Why do muslim women wear veil (read: jilbab)?
Has ever that question raise in your head?
well, lets try to answer it...

Lesson- Using Emotion in Blogger Post

Minasan, I've just install some new programs so I can use some emotion in my post...blogger-emoticon.blogspot.com

you can see how to do it on http://blogger-emoticon.blogspot.com/2008/06/how-to-use-emoticon-in-blogger-blogspot.html blogger-emoticon.blogspot.com

actually it's not really difficult, but only one tips from me, minna:
don't forget to view it on "write" mode, not "edit html" mode, when you wanna write the post and check it.. , you'll lost much time if you forget this...just like what I did...

Rabu, 10 November 2010

Berolahraga Rutin sebagai Cara Efektif Pencegahan Penyakit Jantung Koroner

Oleh: Maisyah Nelzima, 0810311023
" Seorang mukmin yang kuat itu lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada masing-masing ada kebaikan." (HR Muslim)

Islam menuntut umatnya memiliki jasmani yang kuat dan sehat serta memberikan perhatian untuk itu. Kesehatan ialah rahmat Allah yang setinggi-tingginya, yang dianugerahkan Allah SWT kepada hambaNya. Harta, benda, dan jabatan tidak ada gunanya apabila jasmani dan ruhani tidak sehat. O Orang yang sakit tidak dapat melaksanakan kewajiban terhadap masyarakatnya, terhadap pergaulan, dan terhadap Allah Tuhan Yang Maha Pencipta. Karena itu, kehilangan kesehatan lebih celaka daripada kehilangan harta benda dan pangkat.

Entri yang Diunggulkan

Saling mengingatkan pada kebaikan

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman ...