Jumat, 19 Januari 2018

Ketika Ahnaf Sakit dan Perbedaannya Dibanding 6 Bulan yang Lalu

“Cobaan akan selalu menimpa seorang mukmin dan mukminah, baik pada dirinya, pada anaknya maupun pada hartanya, sehingga ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikitpun.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, dan lainnya)

Hari jum'at,1 minggu yang lalu Ahnaf sakit.  

Awalnya mengeluh sakit perut,... bunda mengira sakit perut biasa karena belum makan.  

Kemudian matanya merah seperti akan menangis sambil mengeluh sakit perut,... bunda mulai cemas sambil memeluk, mencium pipinya & mulai memeriksa abdomen: nyeri tekan, nyeri lepas, sambil menawarkan berbagai hal yang dirasa dapat menurunkan panasnya.  Mulai dari menawarkan makan nasi, kompres hangat di perut (si anak sholeh malah minta perutnya dikompres es batu..), sampai dengan gendong di bahu dengan selimut monyet.

Lalu badannya mulai panas: 38.5,... Bunda semakin cemas dan mulai berpikir segala kemungkinan sampai dengan yang terburuk: appendisitis, meskipun prevalensi appendisitis pada anak rendah, apalagi 2.5 tahun.

Alhamdulillah Ahnaf termasuk anak yang jarang sakit.  Terakhir demam bisa dibilang lebih dari 6 bulan yang lalu.

Nah, yang menarik adalah perbedaan Ahnaf yang sedang sakit sekarang dengan Ahnaf yang sakit saat 6 bulan lalu.

Ahnaf yang sekarang bisa minum obat sendiri, bahkan request obat.. Yang mana dulu hampir selalu dipaksa, sekarang dibujuk dengan logika-logikanya, dan bahkan minta memasukkan obat sendiri ke dalam mulut.  “Minum obat sendiri aja.. Ahnaf kan sudah besar, bun.. “

Perkembangan kemampuan analisinya, seperti: “Ahnaf minum obat aja, bun, supaya ga sakit lagi perutnya “.  “Kan sudah minum obat, tapi kok masih panas, bun..? Ini panas, nih, pipinya juga” sambil memegang dahi & pipi.  “Kok minum obat, bun? Kan perutnya tidak sakit lagi”.

Alhamdulillah, sekarang si anak sholeh sudah sehat. Semoga Allah selalu menjagamu, nak.. Teruslah menjadi pelita yang menerangi jalan ayah & bunda dalam menggapai cinta & ridho Allah swt. Teruslah bersinar hingga menjadi bintang kebanggaan Islam.

Jumat, 12 Januari 2018

Ahnaf Bisa Menggunakan Obeng Sendiri

“Your eyes are a reflexion of your spirit” anonim.

Berbicara tentang semangat, Alhamdulillah Ahnaf adalah anak yang penuh semangat, terutama ketika bercerita (bisa berbicara 5 menit ga putus-putus.. XD). 

Akhir-akhir ini Ahnaf sangat bers
emangat mengenai mobil. Mulai dari selalu bertanya atau pun bercerita mengenai warna mobil, kaca spion, membandingkan mobil kakek, pak uwo, andung dan angku hingga bolak balik ke garasi mengelilingi mobil melihat roda, ataupun minta digendong untuk membuka-menutup kaca spion mobil di garasi.


Begitu pun hari ini, saya menemukan mata Ahnaf berbinar binar ketika melakukan sesuatu terkait mobil.  Yup, mengutak-atik mobil mainannya! Ahnaf penasaran apakah ada sopir di dalam mobil mainannya, apakah ada stir, gigi mobil dan lainnya hingga akhirnya mengambil obeng dan membongkar si mobil mainan.  Saya pun terkaget-kaget karena ternyata ia sudah bisa menggunakan obeng sendiri!

Tantangan Level 7: Semua Anak Adalah Bintang


Kembali semangat mengerjakan tantangan 10 hari kelas bunda sayang IIP setelah ogah-ogahan mengerjakan tantangan sebelumnya dengan alasan menunggu persalinan (padahal akhirnya adik Ahnaf pun lahir setelah tenggat waktu tantangan lvl 6 berakhir L).

Hehe.. pas banget rasanya tantangan ini muncul di saat saya sudah memiliki 2 jagoan kecil.  Setiap anak adalah juara dan membawa bintangnya masing-masing, bandingkanlah anak-anak kita dengan dirinya sendiri, bukan dengan saudaranya atau pun anak orang lain.  Inilah kata-kata yang paling membekas bagi saya setelah materi.

Dalam rangka menemukan bintang sang anak, orang tua harus sering melakukan “discovering ability” sehingga anak cepat menemukan aktivitas yang membuat matanya berbinar-binar, giat mengejar kesempurnaan dan menjadi hebat di bidang tersebut.

Bagaimana dengan Ahnaf?  Dalam proses discovering ability anak usia 0-7 tahun, yang perlu dilakukan orang tua adalah memperbanyak wawasan anak, yaitu dengan banyak ngobrol, banyak bermain serta tour de talents bersama anak.


Bismillah.. harus semangat menyelesaikan tantangan level 7 ini..! Mengamati aktivitas yang membuat mata anak berbinar-binar, mencatat kekuatan anak dalam lalu membuat proyek terkait aktivitas tersebut.

Kamis, 26 Oktober 2017

Tantangan5: Iqra' Challange!

Akhirnya muncul juga tantangan ke 5 kelas IIP Bunda Sayang telah libur semester yang cukup panjang.  Tantangan kali ini adalah iqra' challenge, ya tantangan membaca.  Tantangan kali ini sebenarnya tidak hanya buat Ahnaf, tapi juga buat Ayah dan Bunda. =D  Ya, karena dalam iqra' challange ini juga diminta membuat pohon literasi seluruh anggota keluarga, orang tua sebagai tauladan pertama bagi anak.

Senin, 23 Oktober 2017

Dan Lagi Antara Sabar dan Syukur

“Bagi setiap amal itu ada masa semangat (puncaknya, dan bagi setiap masa semangat itu ada masa lemah (malas). Barang siapa yang tetap mengikuti sunnahku di masa lemahnya, sungguh ia akan memperoleh petunjuk. Dan barang siapa yang mengikuti selain sunnahku pada masa lemahnya niscaya ia akan binasa.” (HR Ibnu Hibban dan Ahmad)
Salah satu cara memperbaharui iman agar kembali membuncah adalah dengan menghadiri majelis-majelis ilmu.  Alhamdulillah, Sabtu kemarin mendapat kesempatan itu dalam taujih bersama ustadzah Wirianingnsih.. :)

Kamis, 28 September 2017

Eksplorasi lagii..

Hari ini banyak sekali kegiatan Ahnaf bersama bunda.  Mulai dari mengupas telur puyuh, menyusun jepitan jemuran, membuat kereta api, seluncuran bola,  dan masih banyak lagi.  Ahnaf kembali membuat bunda geleng-geleng kepala dengan segala kreativitas dan imajinasinya.  Sepertinya Ahnaf sangat menikmati pelajaran yang berhubungan dengan praktik langsung seperti ini, yaa.. =D

Sabtu, 23 September 2017

Auditori??



Repeated exposure to information in specifically timed intervals provides the most powerful way to fix memory into the brain. (Brain Rule by John Medina)

Beberapa hari ini pola tidur Ahnaf agak berubah sehingga semangat main dan belajarnya tidak terbendung.  Dari biasanya tidur siangnya dimulai pukul 11.00 atau paling lambat pukul 1 siang, beberapa hari ini diundur menjadi pukul 3 atau 4 sore.  Haha.. hal ini tidak berpengaruh meski bangun jam 5 pagi sekalipun.  Semoga Bunda pun bisa menyesuaikan pola tidur baru  Ahnaf sehingga bisa lebih maksimal berkegiatan bersama Ahnaf.

Hari ini pun banyak sekali kegiatan yang dilakukan Ahnaf si anak sholeh dari pagi,

Jumat, 22 September 2017

Saling mengingatkan pada kebaikan

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran: 110)
Berbicara tentang mengingatkan pada kebaikan, Alhamdulillah Ahnaf sepertinya terkadang cukup nyinyir dalam hal ini. =D  Beberapa ucapannya adalah seperti:

"Bun, jangan lupa tutup pagar, ya.. Nanti kambingnya masuk makan bunga."
"Bun, makanlah lagi bun"
"Bun, kucing kasih makan, bun"
"Bun, jangan lupa baca do'a, ya"
"Dah adzan, sholat yuk"

Selasa, 19 September 2017

Berawal dari menyusun

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Q.S Ash-Ahaff: 4)
Beberapa hari terakhir ini Ahnaf si anak sholeh sedang hobi menyusun.  Ya, menyusun mainannya menjadi kereta-kereta apian, menyusun bantal-bantal menjadi mobil, terowongan, dsb.  Tidak hanya asal menyusun, rupanya Ahnaf memiliki rumus tersendiri dalam mengaplikasikan kreasinya ini.

Minggu, 17 September 2017

Belajar dan terus belajar

“Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
Islam sangat mengutamakan menuntut ilmu dan memuliakan pelakunya.  Banyak sekali hadits yang menceritakan tentang keutamaan belajar dan menuntut ilmu. Bagi anak, cukup banyak sumber ilmu yang dapat didayagunakan, seperti membaca buku, melihat gambar, mendengar kisah, lagu, menyentuh benda-benda baru, menyusun, dan lain sebagainya.